RSS

Satu Jam Saja Untuk Earth Hour 2012

Earth Hour 2012

Earth Hour datang lagi ditahun ini, rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 2012 mulai pukul 20.30 s.d. 21.30 waktu setempat, jadi jangan kaget kalo kotamu tiba-tiba gelap secara mendadak. Even tahunan yang sudah dimulai sejak tahun 2007 di Sydney ini sudah diikuti Indonesia sejak tahun 2009, berarti tahun ini adalah tahun keempat Indonesia mengikuti Earth Hour.

Satu Jam saja,,,,,,,

Gerakan yang diilhami oleh WWF Australia, Fairfax Media dan agen iklan Leo Burnett ini sudah menjadi inspirasi bagi banyak kota di berbagai negara untuk mulai menyadari betapa pentingnya untuk menjaga bumi yang usianya sudah cukup tua. Gagasan awal dari kegiatan ini adalah sebuah upaya sederhana untuk mengurangi gas rumah kaca yang merupakan pemicu pemanasan global. Gerakan ini juga sebuah upaya untuk mengingatkan bahwa siapaun kita, baik itu latar belakang, dimana kita tinggal, kita semua memiliki potensi yang sama untuk melakukan hal yang bisa menjaga Bumi kita. Entah itu Presiden, Menteri, Gubernur, anggora DPR, politisi, CEO Perusahaan, kakek nenek, pelajar ataupun anak-anakpun bisa berpartisipasi dalam Earth Hour.

Indonesia sendiri yang baru bergabung untuk mengikuti gerakan ini pada tahun 2009 bisa menghemat 50 megawatt dari pemadaman lima ikon yang ada di ibukota. Jakarta dipilih karena merupakan Ibu Kota Negara dan yang pasti konsumsi listrik warga Jakarta juga tinggi. Hal ini tentu bukanlah sesuatu yang baru, dengan menjadi Ibu Kota, Jakarta harus bisa memberikan kenyamanan kepada warganya, khususnya untuk masalah listrik. Sentral bisnis juga menyebabkan borosnya penggunaan listrik di Jakarta. Jika dalam skala kota Jakarta adalah penyerap listrik terbanyak, maka jika dilihat dari skala pulau maka Jawa-Bali memiliki konsumsi listrik terbanyak yang ada di Indonesia.

save our earth,,,,,

Memang jika berbicara gerakan Earth Hour Indonesia mulai ikut pada tahun 2009, namun sebenarnya Indonesia sudah memulainya sejak lama, mengapa bisa begitu? Hal ini dikarenakan dari luas wilayah Indonesia yang terdiri dari banyak pulau ini masih banyak pulau-pulau lain belum bisa mendapat akses listrik yang merata. Masih banyak saudara-saudara kita dipulau-pulau terpencil yang masih belum bisa menikmati kenyamanan hidup dengan adanya pasokan listrik. Dengan tidak seluruh pulau teraliri listrik dengan baik, sebenarnya Indonesia sudah sangat membantu mengurangi gas rumah kaca, gimana mau menghasilkan gas rumah kaca, lha wong listriknya aja gak ada, iya kan?. Andaikata seluruh pulau yang ada dalam wilayah Indonesia sudah bisa menikmati listrik alangkah indahnya negeri ini. Sebuah negeri yang bisa memberikan kesejahteraan kepada seluruh rakyatnya dengan mencukupi kebutuhan dasar dari rakyatnya. Menjadi tugas pemerintah untuk bisa memenuhi seluruh kebutuhan dari rakyatnya termasuk dalam hal pemenuhan listrik ke setiap penjuru tanah air.

Satu jam memadamkan listrik mungkin tidak sebanding dengan bertahun-tahun tanpa ada listrik, bagi kita yang saat ini bisa menikmati kenyamanan terhadap pasokan listrik yang melimpah maka ini adalah upaya untuk berhemat dengan cara yang sederhana, dengan adanya penghematan ini maka kita bisa menyalurkan listrik untuk saudara-saudara kita yang belum memiliki listrik selama bertahun-tahun. Dengan semakin banyaknya kota di Indonesia yang berpartisipasi maka akan semakin banyak penghematan yang dilakukan sehingga bisa semakin meningkatkan kesempatan bagi saudara-saudara kita yang lain.

Bukan hanya satu jam saja dalam setahun kita melakukan penghematan, gerakan ini berusaha untuk mengajak setiap orang untuk menjadikan penghematan sebagai gaya hidup sehingga bisa terus menjaga Bumi kita ini, atau dalam konteks di Indonesia kita bisa berbagi dengan saudara-saudara kita yang masih hidup dalam kegelapan tanpa aliran listrik yang memadai. Intinya adalah dengan berpartisipasi dengan mematikan minimal dua lampu rumah pada tanggal 31 Maret 2012 mendatang kita sudah berupaya untuk melakukan penghematan guna menjaga kelangsungan Bumi kita dan kita harus terus menjadikan penghematan tersebut sebagai gaya hidup sehingga seluruh Indonesia bisa menikmati yang namanya listrik, demi kemajuan bangsa dan negara. Jadi jangan lupa ya untuk berpartisipasi dalam Earth Hour 2012.

 
Leave a comment

Posted by on March 30, 2012 in Suka-Suka

 

Apa salahnya???

Hampir lima bulan euy,,,,,,, tapi tetap saja tidak ada perubahan yang signifikan,,,,,, kalau emang sistemnya buruk ya begini ini hasilnya. Yang simple ajalah masalah job description misalnya, sebagai seorang pekerja atau pegawai kita menjadikan job description sebagai pedoman terutama terkait dengan apa yang kita kerjakan. Dalam job description tersebut disebutkan tugas dan tanggung jawab yang dimiliki oleh setiap pekerja atau pegawai. Namun apa yang ada disini job description pun baru disusun bersama antara si pekerja atau pegawai dengan atasan langsungnya, jadi job descriptionnya sesuai dengan kesepakatan antara pekerja atau pegawai dengan atasannya, setelah selesai baru diserahkan ke ‘Personalia’ untuk dibakukan.

Bukannya ingin membuka aib namun penyusunan job description yang merupakan hasil kesepakatan ini jika dilihat dari sisi manajemen sumber daya manusia merupakan suatu kesalahan. Dari sisi manajemen sumber daya manusia job description adalah hasil dari job analysis yang dilakukan oleh bagian sumber daya manusia atau job analyst. Job analysis yang dilakukan akan menghasilkan job description serta job specification. Pengertian dari job analysis adalah ‘systematic process of determining the skills, duties, and knowledge required for performing jobs in an organization’. Sedangkan langkah-langkah untuk melakukan job analysis adalah :

  1. Decide how you’ll use the information;
  2. Review relevant background information;
  3. Select representative positions;
  4. Actually analyze the job;
  5. Verify the job analysis information;and
  6. Develop a job description and job specification.

Kalo dilihat dari langkah – langkah diatas jelas bahwa job description merupakan hasil akhir dari job analysis yang dilakukan oleh job analyst yang terdapat dalam bagaian sumber daya manusia bukan dengan kesepakatan antara atasan langsung dan pekerja atau pegawai itu sendiri. Kondisi yang salah seperti ini menandakan kalau yang namanya bagian sumber daya manusia atau personalia tidak menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya. Jika kesalahan yang seperti ini terus dijalankan maka proses selanjutnya yang ditentukan oleh job analysis pun akan kacau.

After Job Analysis

Dari tahapan awalnya sudah salah berartikan kebelakangnya juga salah, proses untuk rekrutmen dan seleksi; penilaian kinerja; evaluasi pekerjaan; serta kebutuhan akan training juga tidak bisa sesuai dengan kebutuhan dari suatu jabatan. Dengan adanya kesalahan prosedur ini akibatnya yang paling kentara adalah terjadinya mutasi internal yang sangat cepat dan terkadang bahkan ada posisi kosong yang tidak terisi beberapa lama, yang mengakibatkan tugas bagian yang tidak ada tersebut dilimpahkan kepada bagian yang lain. Hasil dari semua itu adalah susahnya untuk mengembalikan segala sesuatunya kejalur yang tepat. Memang dalam bekerja kita harus saling membantu satu sama lain antara bidang yang satu dengan bidang yang lainnya, namun ketika porsi membantu itu lebih banyak daripada yang seharusnya menerima tugas dan tanggung jawab tersebut maka kita harus meluruskannya.

Masih terngiang sindiran mereka tentang dikotomi, ‘jangan terlalu dikotomi dalam pekerjaan, jadi harus saling bantu satu sama lain’. Tapi apakah mereka sadar ketika posisi atasan kami sudah terisi jelas – jelas mereka yang memulai adanya dikotomi dengan mengatakan ‘o…. itu bukan tanggung jawab saya lagi, silahkan bertanya langsung atau konsultasi dengan atasan’. Bukannya berniat mengungkit hal yang sudah lalu, tapi akan lebih baik jika kita menggunakan masa lalu sebagai cermin atas apa yang telah kita lakukan.

Namun sejatinya secara pribadi saya menyatakan harus ada dikotomi dalam pembagian tugas antara bidang yang satu dengan yang yang lainnya. Saling bekerjasama untuk saling membantu sangat dianjurkan namun ketika bantuan yang kita berikan melebihi porsi dari yang namanya ‘membantu’ maka harus dikembalikan kepada si pemangku tugas dan tanggung jawab tersebut. Apa salah, kalau berusaha untuk mengembalikan porsi tugas dan tanggung jawab kepada si pemangku fungsi tugas dan tanggung jawab yang sebenarnya? Apakah hal itu keliru sehingga harus mengeluarkan emosi yang meledak – ledak ketika ada upaya untuk mengembalikan tugas dan tanggung jawab tersebut?

Tulisan ini bukan bermaksud untuk menggurui atau yang lainnya, namun ketika kita berbicara masalah tugas dan tanggung jawab harus ada dikotomi atau perbedaan atau pembagian yang jelas untuk setiap orangnya, dan tugas dan tanggung jawab tersebut berasal dari job analysis yang dilakukan oleh job analyst yang ada dalam bidang sumber daya manusia pada sebuah perusahaan bukan hasil kesepakatan antara atasan langsung dan pekerja atau pegawai yang ada dibawahnya. Ayo sama – sama berpikir dewasa, berpikir dengan kepala dingin dan jangan mengedepankan emosi sesaat, tidak ada gunanya menyindir orang lain ketika perbuatan kita sendiri masih belum bisa baik dan benar. Sebuah ironi yang saya saksikan dan rasakan setiap hari akibat dari buruknya sistem yang ada.

 
Leave a comment

Posted by on March 28, 2012 in Suka-Suka

 

Rekan Kerja oh Rekan Kerja,,,,,,,,,,,

Salah satu kalimat yang masih saya ingat dari salah seorang teman adalah ‘Kita bisa saja memilih teman, tapi kita tidak bisa memilih rekan kerja kita’. Secara pribadi saya mengalaminya saat ini. Saya bisa memilih siapa yang akan menjadi teman, namun ketika saya bekerja, saya tidak akan pernah bisa memilih siapa rekan kerja saya. Jika kita berbicara masalah rekan kerja, mungkin banyak dari kita yang menemui rekan kerja yang tidak kita sukai, baik itu cara kerjanya, sikap atau perilakunya atau yang lainnya, padahal seberapapun kita tidak menyukai rekan kerja kita, toh kita harus bisa membangun sinergi dengan rekan kerja tersebut demi mencapai tujuan bersama.

Annoying

Bagi beberapa pembaca mungkin memiliki permasalahan yang sama seperti yang saya alami saat ini, ketika rekan kerja yang memang lebih senior terasa sangat menjengkelkan. Biasanya kita akan menyadari seberapa menjengkelkannya rekan kerja kita seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini seringkali terjadi pada pegawai baru yang baru masuk kedalam sebuah lingkungan kerja yang juga baru. Biasanya pegawai yang sudah lama akan memandang sebelah mata kepada pegawai baru sehingga akan menimbulkan suatu sikap jaga jarak terhadap pegawai baru yang masih membutuhkan bimbingan terhadap pekerjaan yang akan dihadapi. Namun gap tersebut akan hilang ketika si senior menemukan junior yang dirasa cocok dengan dirinya sendiri.

Jika hal ini terjadi maka sudah jelas bahwa organisasi atau perusahaan itu memiliki lingkungan kerja yang tidak baik, sebuah lingkungan kerja yang jauh dari rasa nyaman dan kondusif. Rekan kerja yang kasar dan memiliki hobi untuk mencari gara-gara bisa dijumpai di hampir setiap tempat kerja. Menghadapi rekan kerja yang seperti ini bisa membuat hari yang pembaca jalani terasa ak di neraka, karena setiap apa yang kita lakukan akan menjadi sebuah bahan bagi mereka, terutama akan nampak dalam sindiran-sindiran. Menurut para ahli, sangat penting untuk tidak memasukkan semua hal tersebut baik itu sikap atau perilaku kedalam hati. Menurut Scott Eblin, penulis The Next Level: What Insiders Know About Executive Success, ‘Mereka bersikap tidak sopan karena sesuatu yang terjadi dalam diri mereka’, atau dengan kata lain mereka memiliki masalah dengan dirinya sendiri. Namun apapun alasanya, didunia profesional, kita tidak boleh membiarkan emosi kita mengendalikan diri sehingga akan muncul hal-hal yang tidak diinginkan.

Very Annoying

Very Annoying

Bekerja dengan rekan kerja yang mungkin tidak kita sukai ternya memberikan sebuah pengalaman tersendiri bagi kita untuk belajar, belajar untuk menahan emosi, belajar untuk melihat kebaikan orang lain, belajar untuk memahami bagaimana budaya dan lingkungan kerja dimana kita bekerja, serta belajar untuk tidak bersikap atau berperilaku menjengkelkan seperti yang rekan kerja kita lakukan terhadap kita. Semua proses pembelajaran tersebut akan sangat berguna bagi kita untuk menghadapi lingkungan kerja kita kedepannya. Saat ini yang saya lakukan adalah dengan menerapkan Zero Management, yaitu menaganggap rekan kerja yang menyebalkan tersebut tidak ada walaupun dia ada di hadapan saya, namun ketika berbicara masalah pekerjaan secara profesional tetap bekerja sebagaimana mestinya. Namun secara pribadi saya menyadari hal ini tidak akan berlangsung selamanya, penerapan zero management ini akan terus berlangsung sampai ada suatu titik puncak dimana saya pribadi tidak bisa menerima lagi sikap, perilaku, ataupun sindiran yang dialamatkan kepada saya.

Bagi siapa saja yang memiliki permasalahan yang saat ini mungkin sama dengan apa yang saya miliki, cobalah untuk tetap mengontrol emosi, berpikirlah seobyektif mungkin, cari kelebihan dari rekan kerja yang tidak menyenangkan tersebut. Saya juga melakukannya secara profesional dalam bekerja ketika ada hubungannya dengan rekan kerja yang tidak menyenangkan saya selalu berusaha mencari kelebihan yang mereka miliki, pasti mereka memiliki kelebihan, hal ini sudah pasti dikarenakan mereka sudah bekerja lebih dulu dibandingkan saya.

Tetaplah bersikap manis dihadapan mereka, memang tidak mudah bersikap baik kepada orang yang menjengkelkan, dan saya juga belum bisa melakukannya, oloeh karena itu saya lebih memilih untuk menerapkan zero management. Namun menurut Scott dengan kita bersikap sopan kepada mereka, maka perilaku kita akan mempengaruhi mereka secara positif.

Berusaha untuk tidak menampilkan ekspresi permusuhan dengan rekan kerja yang menjengkelkan tersebut, baik melalui bahasa tubuh, ekspresi wajah ataupun nada suara. Kita harus bisa menjadi prang yang tegas tanpa harus bersikap agresif. Disamping itu kita juga harus tetap konsisten untuk bersikap profesional. Simak setiap perkataannya di kantor dengan baik dan seksama, terutama saat diruang rapat dimana kita semua membutuhkan masukan dari setiap peserta rapat.

Minta pendapat rekan kerja yang dapat dipercaya atau teman diluar pekerjaan anda tentang sikap dari rekan kerja yang menjengkelkan tersebut. Dengan melakukan hal ini dapat membantu kita untuk meletakkan persoalan pada perspektifnya. Bertukar pikiran untuk mencari cara mengatasi situasi tersebut. Namun jika hal ini terus berlangsung secara konsisten dan jelas menjadi gangguan konstan di tempat kerja, sebaiknya temui divisi SDM atau atasan untuk membantu menghadapi rekan kerja yang menjengkelkan tersebut.

Satu hal yang patut kita ingat, mengubah sikap rekan kerja yang menjengkelkan tersebut bukanlah pekerjaan kita. Selalu ingat tujuan kita dalam bekerja dan hindari munculnya masalah sebanyak mungkin.

 
Leave a comment

Posted by on March 22, 2012 in Suka-Suka

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.